TwitterRssFacebook
Submit a New Listing

Listing Categories

Aceh

10 Listings

Kawasan industri adalah kawasan tempat pemusatan kegiatan industri yang dilengkapi dengan prasarana dan sarana penunjang yang dikembangkan dan dikelola oleh perusahaan kawasan industri yang telah memiliki izin usaha kawasan industri. Provinsi Aceh mulai didatangi para investor luar negeri yang tertarik pada sumber daya alamnya yang hebat. Sejak saat itu Gas Alam Cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) yang diolah di kilang PT. Arun Natural Gas Liquefaction (NGL).Co, yang berasal dari instalasiPT. Exxon Mobil Oil Indonesia (EMOI) di zona industri Lhokseumawe, telah menyulap wilayah ini menjadi kawasan industri petrokimia modern.

Bali

1 Listing

Kawasan industri di Indonesia tersebar hampir di semua wilayah/pulau/kepulauan yang ada di negara ini, antara lain terdapat di Bali. Kamar Dagang dan Industri menyatakan investasi industri di Bali masih belum bergeser dari selatan pulau Bali karena ekspansi ke wilayah tengah, timur dan barat masih terkendala infrastruktur. Perkembangan kawasan industri di Bali yang hingga saat ini masih digerakkan sektor pariwisata belum akan bergeser dari Kabupaten Badung. Perkembangan mengarah ke kabupaten Tabanan, sebelah barat Badung.

Banten

20 Listings

Provinsi Banten merupakan daerah yang cocok sebagai kawasan industri . Hal ini terbukti dengan adanya delapan belas kawasan industri yang berkembang pesat di provinsi ini, yaitu Balaraja Industrial Park, CCM Balaraja Industrial Estate, Graha Balaraja Sentra Produksi & Distribusi, Jababeka Industrial Estate-Cilegon, Kawasan Industri & Pergudangan Cikupamas, Kawasan Industri Terpadu MGM, Krakatau Industrial Estate Cilegon, Langgeng Sahabat Industri Estate, Millenium Industrial Estate, Modern Cikande Industrial Estate , Nikomas Gemilang Industrial Estate, Pancatama Industrial Estate, Pasar Kemis Industrial Park, Petrochemical Industri Estate Pancapuri, Samanda Perdana Industrial Estate, Saur Industrial Estate, Taman Tekno Bumi Serpong Damai Park, West Tangerang Industrial Estate Cikupa. Kesemuanya didukung dengan fasilitas listrik dan telekomunikasi yang memadai.

Bengkulu

2 Listings

Provinsi Bengkulu memiliki 2 kawasan industri, yaitu Kawasan Industri Salau dan Sekunyit yang keduanya terletak di Kabupaten Bengkulu Selatan yang didukung juga oleh fasilitas listrik dan telekomunikasi. Sebagai penunjang kegiatan perekonomian, di provinsi ini tersedia 2 bandar udara, yaitu Bandara Fatmawati yang mampu menampung pesawat ukuran kecil hingga sedang, terletak di Kota Bengkulu dan Bandara Muko Muko yang hanya untuk melayani jenis pesawat kecil, terletak di Kabupetan Muko Muko. Di Provinsi ini juga terdapat tiga jalan, Yaitu jalan Negara, Jalan Provinsi dan jalan Kabupaten / Kota.

Gorontalo

1 Listing

Provinsi Gorontalo berbatasan langsung dengan dua provinsi lain, diantaranya Provinsi Sulawesi Tengah di sebelah Barat dan Provinsi Sulawesi Utara di sebelah Timur. Hal ini menjadikan Gorontalo sebagai lokasi kawasan industri yang cukup menjanjikan. Jumlah Perusahaan Industri di Provinsi Gorontalo pada tahun 2010 tercatat sebanyak 30 perusahaan dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 9.093 orang. Total nilai output mencapai 405,268 milyar Rupiah, sedangkan biaya input 93,065 milyar Rupiah, sehingga nilai tambah yang diperoleh dari industri adalah 312,203 milyar Rupiah.

Jakarta

4 Listings

Jakarta adalah sebuah Kota yang bisa menjanjikan kehidupan yang nyaman dan sejahtera untuk semua. Lokasinya yang strategis sekaligus mengusung nama Ibukota Indonesia membentuk lokasi ini menjadi lokasi kawasan industri yang sangat potensial. Provinsi Jakarta memiliki beberapa kawasan Industri, antara lain: Cilandak Commercial Estate – Bhumyamca Sekawan, PT. Kawasan Berikat Nusantara (Persero), Cakung Remaja Development, Jakarta Industrial Estate Pulogadung (Persero).

Jambi

1 Listing

Kawasan Agro Industri Jambi adalah salah satu bukti dari upaya pemerintah daerah Provinsi Jambi dalam mendorong percepatan pembangunan daerah Jambi dan mendorong pembangunan nasional. Agroindustri adalah Industri yang memberi nilai tambah pada produk pertanian dalam arti luas, termasuk hasil laut, hasil hutan, peternakan, dan perikanan. Sejumlah data perekonomian tahun 2007, menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi provinsi Jambi sebesar 6,6 persen, terutama didukung oleh perkembangan industri hilir yang dominan.

Jawa Barat

23 Listings

Permintaan areal pabrik disejumlah kawasan industri di Jawa Barat meningkat tajam. Hal itu menyusul semakin banyaknya investor asing yang masuk dan menanamkan investasinya ke Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Bekasi. Perekonomian Provinsi Jawa Barat yang stabil berdampak positif bagi dunia usaha. Kestabilan ekonomi membuat para pelaku industri memiliki kesempatan untuk meningkatkan usahanya di provinsi yang cukup potensial ini.

Jawa Tengah

20 Listings

Jawa tengah merupakan daerah yang cocok sebagai kawasan industri khususnya karena berada diantara Barat dan Timur pulau jawa. Kabarnya pemerintah setempat berkerjasama dengan Korea Selatan akan membangun kawasan industri baru di Boyolali, Jawa Tengah.

Jawa Timur

38 Listings

Jawa Timur mempunyai banyak potensi dan peluang yang bisa dikembangkan. Dalam bidang pertanian, Jawa Timur merupakan lokasi strategis untuk budidaya tanaman padi, jagung, ubi kayu dan lain-lain. Jatim mempunyai potensi prospektif untuk dikembangkan sebagai daerah sentra produksi padi. Di bidang pertambangan dan energi, Jawa Timur memiliki potensi bahan galian mineral (golongan A + B + C) Luas lahan 10.992,86 Ha dengan total produksi 29.458.718 ton. Dengan sekilas gambaran potensi Provinsi Jawa Timur, tidak heran jika provinsi ini dipandang cukup potensial dan strategis untuk perkembangan kawasan-kawasan industri yang telah ada.

Kalimantan Barat

5 Listings

Provinsi Kalimantan Barat merupakan daerah yang cocok sebagai kawasan industri. Posisi Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan negara asing, yaitu dengan Negara Bagian Serawak, Malaysia Timur dinilai cukup menunjang perkembangan kawasan industri yang ada. Dengan posisi ini, Provinsi Kalimantan Barat merupakan satu-satunya propinsi di Indonesia yang secara resmi telah mempunyai akses jalan darat untuk masuk dan keluar dari negara asing. PDRB Kalbar atas dasar harga berlaku tahun 2010 mencapai Rp.60,48 trilyun dengan kontribusi terbesar diberikan oleh sektor pertanian (25,00%), sektor perdagangan, hotel dan restoran (22,87%), dan sektor industri pengolahan (18,29%).

Kalimantan Selatan

3 Listings

Perkembangan industri di Provinsi Kalimantan Selatan hingga akhir tahun 2006 mencapai 39.455 unit usaha atau naik sebanyak 6,00% dari 37.222 unit usaha pada tahun 2005 dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 93.771 orang atau naik sebanyak 8,00% dari 86.825 orang pada tahun 2005, nilai investasi mencapai sebesar Rp. 143,383 milyar. Nilai produksi mencapai Rp. 590,157 milyar dengan nilai bahan baku mencpai Rp. 331,093 milyar dan nilai tambah mencapai Rp. 259,082 milyar atau naik sebesar 6,21% dari nilai tambah sebesar Rp. 243,938 milyar pada tahun 2005.

Kalimantan Tengah

2 Listings

Kalimantan Tengah masih tertinggal pembangunan fisiknya dibandingkan berberapa daerah di Indonesia. Dari sisi sumberdaya energi, diketahui bahwa salah satu deposit batubara terbesar terdapat di Kalteng, persoalan eksploitasinya adalah berdasarkan pengalaman pengusaha batubara yang aktif saat ini misalnya di Kabupaten Murung Raya, adalah sulitnya infrastruktur pendukung yang amat minim atau hampir nol, untuk membangun kegiatan industri. Jalan darat dengan tekanan gandar yang rendah belum mampu mendukung industri berat.

Kalimantan Timur

8 Listings

Kalimantan Timur bersama Provinsi Riau dan Sumatera Utara berdasarkan Inpres Nomor I tahun 2010 sebagai Cluster Industri berbasis Pertanian, Oleochemical di Kawasan Maloy Kutai Timur dan bersama Provinsi Jawa Timur sebagai Cluster Industri berbasis migas dan kondensat di Kota Bontang. Disamping itu, di Kota Balikpapan telah dikembangkan Kawasan Industri Kariangau. Ketiga kawasan industri tersebut diharapkan dapat dikembangkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Kepulauan Bangka Belitung

7 Listings

Kawasan industri adalah kawasan tempat pemusatan kegiatan industri yang dilengkapi dengan prasarana dan sarana penunjang yang dikembangkan dan dikelola oleh perusahaan kawasan industri yang telah memiliki izin usaha kawasan industri. Untuk pertumbuhan produksi industri Manufaktur besar dan sedang Triwulan II tahun 2012 di provinsi Kepulauan Bangka Belitung naik sebesar 2,21% terhadap triwulan I/2012. Provinsi kepulauan Bangka Belitung dinilai cukup strategis sebagai kawasan industri, terbukti dengan banyaknya kawasan industri yang tumbuh dan berkembang di provinsi ini.

Kepulauan Riau

28 Listings

Kepulauan Riau merupakan daerah yang cocok sebagai kawasan industri. Selain letak geografisnya yang sangat strategis karena berada pada pintu masuk Selat Malaka dari sebelah Timur juga berbatasan dengan pusat bisnis dan keuangan di Asia Pasifik yakni Singapura. Disamping itu Provinsi ini juga berbatasan langsung dengan Malaysia. Dalam memberdayakan berbagai potensi yang ada, Provinsi Kepulauan Riau berusaha untuk tetap menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui penerapan good governance dan clean government dengan memberikan kemudahan berinvestasi sehingga dapat menarik lebih banyak investor baik domestik maupun asing untuk menanamkan modalnya. Saat ini Kepri menjadi salah satu daerah tujuan investor utama Singapura.

Lampung

1 Listing

Provinsi Lampung merupakan daerah yang cocok sebagai kawasan industri. Kemudahan proses perizinan serta kepastian hukum dalam berinvestasi semakin menciptakan situasi kamtibmas yang mantap dan kondusif. Sebagai penunjang perekonomian, provinsi Lampung memiliki Perkebunan Tebu & Pabrik Gula PT Gunung Madu Plantations. Keberadaan PT. GMP menyerap tenaga kerja sekitar 1.800 orang sebagai karyawan tetap, ditambah sekitar 10.000 orang sebagai tenaga kerja musiman pada saat musim giling.

Maluku

1 Listing

Maluku merupakan salah satu provinsi dengan bentuk kepulauan di wilayah Indonesia bagian Timur dan terdiri dari beberapa gugusan pulau. Kondisi geografis inilah yang menjadi salah satu alasan kuat untuk mempercepat pelaksanaan kebijakan lumbung ikan nasional di Maluku agar dapat segera mendongkrak peningkatan ekonomi daerah maupun ekonomi nasional. Maluku memiliki potensi produksi ikan tangkap sebesar 1,63 juta ton per tahun, karena itu sejak digelarnya Sail Banda 2010, Pemerintah telah menetapkan Maluku sebagai lumbung ikan nasional.

Maluku Utara

0 Listings

Seiring iklim investasi dan keamanan di Provinsi Maluku Utara pada saat ini semakin membaik, dapat memicu peningkatan jumlah industri yang ada. Kondisi demikian merupakan peluang bagi peningkatan pendapatan daerah, hal ini terbukti dengan adanya perusahaan asal Prancis, PT. Weda Bay Nickel yang bekerja sama dengan PT. Antam akan berinvestasi sebesar enam miliar dolar AS yang dibagi dalam dua tahap untuk membangun industri nikel di Halmahera, Provinsi Maluku Utara.

Nusa Tenggara Barat

1 Listing

Secara sektoral, ekonomi NTB tahun 2009 dibanding tahun 2008 mengalami perkembangan pada sektor pertambangan, industri, listrik dan air bersih, bangunan, perdagangan, hotel & restoran, lembaga keuangan, dan sektor jasa, sedangkan sektor pertanian dan pengangkutan tumbuh cukup. Hal ini mengindikasikan kemungkinan untuk meningkatkan kegiatan industri masih besar seperti untuk tekstil, minyak kelapa, dan sebagainya.

Nusa Tenggara Timur

2 Listings

Sebagai penunjang perekonomian, Nusa Tenggara Timur memiliki 2 (dua) kawasan industri yaitu kawasan industri Boanawa di Kabupaten Ende dan kawasan industri Bolok di Kabupaten Kupang. Dukung prasarana jalan darat di provinsi ini sepanjang 17.116,45 km yang terdiri dari jalan negara sepanjang 1.309,78 m, jalan provinsi sepanjang 2.939,86 km, dan sisanya berupa jalan kabupaten sepanjang 12.866,81 km.

Papua

0 Listings

Secara umum perkembangan industri kecil di Provinsi Papua pada tahun 2005-2006 terlihat adanya peningkatan untuk, tahun 2006 jumlah industri kecil tercatat sebanyak 3.251 unit usaha, yang terdiri dari industri kimia dan agro, sandang kulit dan aneka, logam mesin dan elektronika. jika dibandingkan dengan tahun 2005 yang mencapai 3.080 unit usaha meningkat sebanyak 171 unit usaha atau 5,55%. Perkembangan industri kecil per Kabupaten/Kota tahun 2006 menurut unit usaha, terbesar terdapat di Kota Jayapura dengan 543 unit usaha, sedangkan jumlah angka unit usaha yang terendah terdapat di Kabupaten Pania,Pangunungan Bintang, Punjak Jaya dan Waropen dengan masing -masing 6,8 dan 9 unit usaha.

Papua Barat

1 Listing

Provinsi Papua Barat dalah sebuah provinsi Indonesia yang terletak di bagian barat Pulau Irian. Nama provinsi ini sebelumnya adalah Irian Jaya Barat. Untuk menunjang kegiatan perekonomian, di provinsi ini tersedia sebuah kawasan industri yaitu Kawasan Industri Arar. Dan untuk mendukung kel;ancaran mobilitas industri, provinsi Papua Barat memiliki pelabuhan guna memperlancar transportasi laut. Untuk transportasi udara provinsi ini mempunyai sejumlah bandara. Di Provinsi ini juga terdapat tiga jalan, Yaitu jalan Negara, jalan Provinsi dan jalan Kabupaten/Kota.

Riau

8 Listings

Jenis industri kayu di Provinsi Riau tumbuh melebihi nasional, yaitu sebesar 1,12%. Barang-barang dari kayu (tidak termasuk furnitur), dan barang-barang anyaman juga merupakan industri yang berorientasi ekspor. Pada triwulan II tahun 2011, secara nasional, jenis industri ini turun sebesar 3,93%. Sedangkan Pertumbuhan produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulan II 2011 tumbuh sebesar 3,88 % (q-to-q) terhadap Triwulan I 2011. Pertumbuhan ini dipengaruhi industri makanan dan minuman yang tumbuh 8,21 % dan industri kayu, barang-barang dari kayu (tidak termasuk furnitur), dan barang-barang anyaman yang tumbuh 1,12 %.

Sulawesi Barat

0 Listings

Provinsi Sulawesi Barat memliki sumber daya alam (SDA) baik didarat maupun dilaut seperti pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan, perikanan dan kelautan pertambangan dan pariwisata.Wilayah Povinsi Sulawesi Barat yang berhadapan langsung dengan Selat Makassar, merupakan salah satu jalur lalu lintas pelayaran Nasional dan Internasional memberikan nilai tambah yang sangat menguntungkan bagi pembangunan sosial ekonomi kedepan. Provinsi Sulawesi Barat pada Tahun 2010 di Semester I mencapai pertumbuhan ekonomi tertinggi Nasional bahkan dunia. Pada saat itu pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat mencapai 15,09 %, jauh diatas pertumbuhan ekonomi rata-rata nasional yang berada pada angka 1 digit yaitu 5,95 %.

Sulawesi Selatan

1 Listing

Perekonomian Sulawesi Selatan (Sulsel) yang diukur berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku pada triwulan I-2012 mencapai Rp. 36.075,5 milyar, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan 2000 mencapai Rp. 13.924,5 milyar. Pertumbuhan ekonomi Sulsel pada triwulan I-2012 dibandingkan triwulan IV-2011, yang diukur dari kenaikan PDRB meningkat sebesar 1,18 persen (q-to-q). Pertumbuhan ini didukung oleh sektor Pertanian dan sektor Industri Pengolahan yang tumbuh di atas 5 persen.

Sulawesi Tengah

2 Listings

Provinsi Sulawesi Tengah terdapat potensi bahan galian dan mineral yang cukup berlimpah. Potensi Minyak Bumi antara lain terdapat di Kabupaten Morowali, Donggala, Banggai dan Parigi Moutong. Untuk mengembangkan kawasan industri yang ada, pihak provinsi Sulawesi tengah telah mengonsep pengembangan kawasan industri yang baru, yakni Kawasan industri Palu, yang telah memiliki pusat pelatihan untuk mengantisipasi kekurangan tenaga kerja.

Sulawesi Tenggara

0 Listings

Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki banyak potensi diberbagai bidang, mulai dari sektor pertanian dan perkebunan, sektor kelautan dan perikanan, sektor pertambangan, dan sektor pendidikan dan kesehatan. Namun demikian, diantara semuanya, sektor pertanian adalah yang paling mendominasi. Kelancaran rutinitas industri di provinsi Sulawesi Tenggara didukung dengan tersedianya 5 pelabuhan udara dan pelabuhan laut yang memadai.

Sulawesi Utara

2 Listings

Provinsi Sulawesi Utara memiliki potensi sumber daya alam yang besar dan bervariasi meliputi berbagai sektor seperti pertanian, pariwisata, pertambangan, perindustrian dan lain-lain. Memasuki tahun 2012, kinerja perekonomian Sulawesi Utara mengalami pertumbuhan sebesar 7,46% (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan pada yang sama tahun sebelumnya 6,99% (yoy). Berdasarkan hasil pemantauan pada indikator pertumbuhan, sektor Bangunan menjadi salah satu penyumbang terbesar, hal ini ditandai dengan mulai berjalannya realisasi proyek fisik pemerintah dan beberapa proyek swasta khususnya di bidang properti.

Sumatera Barat

1 Listing

Sumatera Barat mempunyai peluang untuk menarik investasi karena memiliki beberapa potensi sumberdaya alam yang belum optimal pemanfaatannya dan masih dapat dikembangkan dalam bentuk usaha yang prospektif dan diminati oleh pasar baik dalam maupun luar negeri. Pembangunan ekonomi yang tangguh memerlukan perkembangan ekonomi yang cepat, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi diperlukan peningkatan ekspor dan peningkatan investasi secara berkelanjutan.

Sumatera Selatan

2 Listings

Sumatera Selatan terdapat berbagai macam industri kecil kerajinan, antara lain: tenun songket, kasur lihab, rotan dan enceng gondok, ukiran kayu khas Palembang, laker/guci dari kayu, serta makanan dan minuman seperti empek-empek, kerupuk, kemplang Palembang dan juice mengkudu. Sementara jumlah perusahaan yang telah diterbitkan Surat Persetujuan Penanaman Modal pada periode 2000-2004 mencapai 33 perusahaan, terdiri dari 18 perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan 15 perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA). Adapun peluang investasi yang ditawarkan dalam bidang perdagangan adalah pengembangan usaha dan pengadaan mesin-mesin pengering rotan, pengering kayu, pembelah rotan, dan bak perendam rotan.

Sumatera Utara

11 Listings

Lima industri potensial yang dikembangkan di Sumatera Utara (Sumut) adalah kelapa sawit, karet, industri logam, olahan kopi dan teh, hasil laut dan industri permesinan. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang Provinsi Sumatera Utara pada triwulan I tahun 2012 naik sebesar 14,54 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun 2011 (y-on-y) dan demikian juga dengan angka Nasional naik yang sebesar 4,88 persen pada periode yang sama.

Yogyakarta

7 Listings

Daerah Istemewa Yogyakarta merupakan daerah yang cukup menjanjikan sebagai lahan pengembangan kawasan industri. Hal ini terbukti dengan adanya delapan puluh ribuan industri yang tumbuh dan berkembang di provinsi Daerah Istemewa Yogyakarta. Pertumbuhan industri kreatif di DIY masih berkisar 0,18 persen dari 78.455 unit usaha industri kreatif.

Recent Listings